21 July 2006

Menambah kapasitas logical volume LVM pada ubuntu 6.06



Posting ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya dimana setelah logical volume telah terbentuk, ternyata kita membutuhkan penambahan kapasitas atau space dari LV(logical volume) itu.
Sebelum membesarkan/ menambah space dari LV kita, maka kita perlu untuk menambah terlebih dahulu anggota dari volume group(VG) apabila ukuran VG kita juga sudah habis.
Untuk melihat informasi size dari vg dan lv kira maka kita dapat menggunakan perintah.

iway@elisha:~$ sudo vgdisplay elishavg | grep "VG Size" ; \ > sudo lvdisplay elishavg/elishalv | grep "LV Size" VG Size 28.87 GB LV Size 28.12 GB
Pada LVm diatas nama dari virtual groupnya adalah elishavg dan nama dari logical volumenya adalah elishalv, dan diketahui bahwa kapasitas VG telah habis maka kita perlu menambahkan physical volume (PV) ke dalam elishavg.

Misalkan kita memiliki sebuah partisi yaitu /dev/hdc1 yang akan kita jadikan physical volume dan akan ditambahkan ke dalam elishavg, langkah2nya adalah:

1. initialisasi partisi hardisk
iway@elisha:~$ sudo pvcreate /dev/hdc1 Physical volume "/dev/hdc1" successfully created
2. menambahkan physical volume ke dalam elishavg volume groups
iway@elisha:~$ sudo vgextend elishavg /dev/evms/hdc1 Volume group "elishavg" successfully extended
3.sekarang lihat informasi size dari elishavg
iway@elisha:~$ sudo vgdisplay elishavg | grep "VG Size" ; \ > sudo lvdisplay elishavg/elishalv | grep "LV Size" VG Size 42.84 GB LV Size 28.12 GB
4. dari informasi diatas dapat dilihat bahwa kini ukuran / size dari elishavg telah bertambah menjadi 42.84 GB. Sekarang kita perlu menambahkan ukuran dari elishalv menjadi 42.8GB
iway@elisha:~$ sudo lvextend -L42.8G /dev/elishavg/elishalv Rounding up size to full physical extent 42.80 GB Extending logical volume elishalv to 42.80 GB Logical volume elishalv successfully resized
Sekarang elishalv telah berukuran 42.80 GB, maka penambahan ukuran telah sukses.

5. Langkah selanjutnya adalah merisize ukuran dari elishalv, namun sebelum melakukannya maka kita perlu menjalankan e2fsck terlebih dahulu untuk mengecek filesystemnya dan menjalankan resize2fs, peritah yang dijalankan adalah :
iway@elisha:~$ sudo e2fsck -f /dev/elishavg/elishalv ; sudo resize2fs /dev/elishavg/elishalv
e2fsck 1.38 (30-Jun-2005)
Pass 1: Checking inodes, blocks, and sizes

Pass 2: Checking directory structure

Pass 3: Checking directory connectivity /lost+found not found. Create? yes

Pass 4: Checking reference counts

Pass 5: Checking group summary information


/dev/elishavg/elishalv: ***** FILE SYSTEM WAS MODIFIED ***** /dev/elishavg/elishalv: 31180/3686400 files (2.4% non-contiguous), 3439429/7372800 blocks
resize2fs 1.38 (30-Jun-2005)
Resizing the filesystem on /dev/elishavg/elishalv to 11219968 (4k) blocks.

The filesystem on /dev/elishavg/elishalv is now 11219968 blocks long.


6. Langkah selanjutnya adalah melakukan mounting elishalv untuk mengetahui apakah kita telah sukses, perintahnya adalah:
iway@elisha:~$ sudo mount /dev/elishavg/elishalv /data/mirror/
atau
iway@elisha:~$ sudo mount /dev/mapper/elishavg-elishalv /data/mirror/
lalu jalankan perintah df -h untuk mengetahui penggunaan size dari elishalv
iway@elisha:~$ df -h /data/mirror/
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on

/dev/mapper/elishavg-elishalv 43G 13G 28G 32% /data/mirror
Sekarang kita telah sukses dan elishalv siap digunakan.
:)

20 July 2006

Ubuntu Logo


This is nice logo with glass theme.
Are you agree?

Membangun mirror repository Ubuntu untuk local network dengan debmirror


Salah satu tujuan membangun mirror repository ubuntu untuk local network adalah agar tiap pengguna ubuntu dalam jaringan kita tidak perlu melakukan koneksi keluar (internet) untuk mengambil paket atau mengupdate paket.
Tool yang saya gunakan adalah debmirror. kenapa saya menggunakan debmirror dikarenakan tool ini dapat melakukan partial mirror, sebagai contoh kita dapat membangun repository untuk distribusi dapper (6.06 TLS) saja tanpa versi yang lainnya seperti brezzy (5.10), atau kita dapat membangun untuk arsitektur tertentu saja seperti i386 tapa ikut mendownload repository untuk arsitektur lainnya, ataupun dapat membangun reposity untuk binary paket tanpa paket source.
Buatlah sebuah file yang isinya script untuk membangun mirror atau untuk mengupdatenya apabila telah terbangun.

#!/bin/bash
# -- isi file ubuntu_mirror.bash ---

logger -t ubuntu-mirror.bash[$$] Updating Ubuntu mirror
debmirror --method=http --arch=i386 --verbose --progress \
--section=main,restricted,universe,multiverse \
--host=archive.ubuntu.com --root=/ubuntu --postcleanup \
--dist=dapper,dapper-security,dapper-updates,dapper-backports \
--progress --proxy=http://172.16.1.1:8080 --verbose \
/data/mirror/ubuntu/ --ignore-release-gpg --nosource
logger -t ubuntu-mirror.bash[$$] Finished Updating ubuntu mirror

Dari contoh script diatas dapat dilihat bahwah arsitektur yang dibangun adalah i386 dengan section main,restricted,universe,multiverse dan distribusinya dapper,dapper-security,dapper-updates,dapper-backports. server host yang menjadi master miroringnya adalah archive.ubuntu.com dengan methode yang digunakan adalah http. Mirroring diatas akan mendownload paket binary saja tanpa paket source, dan --ignore-release-gpg digunakan agar mengabaikan pesan error akibat gagalnya memvalidasi public key.
Apabila mirrornya sudah terbangun, untuk mengupdatenya tinggal menjalankan script diatas tersebut.
Semoga bermanfaat.

09 July 2006

Menggunakan LVM pada Ubuntu Dapper

Secara default kernel pada ubuntu telah mengsupport LVM, sehingga kita tidak perlu melakukan kompilasi kernel dan versi dari lvm yang digunakan adalah LVM2.
LVM adalah logical volume manager untuk sistem operasi linux, sebelum mulai menggunakan LVM, maka sebaiknya perlu untuk mengetahui anatomy dari LVM, anatomy ini dapat dibaca pada LVM howto.
Langkah yang perlu diaktifkan

1. Initialisasi disk atau partisi yang akan digunakan oleh LVM
Disini partisi yang yang akan digunakan adalah partisi /dev/hda2 dan /dev/hda3.
keduanya memiliki filesystem ext3.
Perintah yang akan digunakan adalah pvcreate, yang digunakan untuk membuat physical volume (PV).

iway@elisha:~$ sudo pvcreate /dev/hda2 /dev/hda3
Physical volume "/dev/hda2" successfully created
Physical volume "/dev/hda3" successfully created

Untuk melihat atau menampilkan informasi tentang physical volume pada LVM dapat menggunakan perintah pvdisplay.

2. Membuat Volume Group

Volume group adalah level abstraksi tertinggi yang digunakan dalam LVM, inilah yang menggabungkan beberapa koleksi logical volume dan physical volume menjadi sebuah unit administrasi, perintah yang digunakan adalah vgcreate dan block device yang digunakan adalah /dev/evms/hda2 dan /dev/evms/hda3.

iway@elisha:~$ sudo vgcreate elishavg /dev/evms/hda2 /dev/evms/hda3
Volume group "elishavg" successfully created

Untuk melihat informasi tentang volume yang baru kita buat dapat menggunakan vgdisplay.

3. Mengaktifkan volume group
Biasanya setelah reboot, volume group akan diaktifkan secara otomatis, untuk mengaktifkannnya secara manual kita dapat menggunakan perintah vgchange.
perintah yang dijalankan adalah sebagai berikut:

iway@elisha:~$ sudo vgchange -a y elishavg
0 logical volume(s) in volume group "elishavg" now active

4. Membuat logical volume (LV)
Logical volume ditampilkan sebagai standart block device, LV dapat disamakan dengan partisi hardisk pada system biasanya.
Kita akan membuat logical voleme dengan nama elishalv dengan besar 28800 MB, dengan perintah lvcreate.

iway@elisha:~$ sudo lvcreate -L28800 -nelishalv elishavg
Logical volume "elishalv" created

untuk menampilkan informasi dapat menggunakan perintah lvdisplay.

5. Menentukan type filesystem
Langkah selanjutnya adalah menentukan type filesystem dari logical volume yang baru saja dibuat. Disini akan diformat dengan menggunakan filesystem ext3 pada elishalv. Perintah yang akan digunakan adalah mkfs.ext3.

iway@elisha:~$ sudo mkfs.ext3 /dev/elishavg/elishalv
mke2fs 1.38 (30-Jun-2005)
Filesystem label=
OS type: Linux
Block size=4096 (log=2)
Fragment size=4096 (log=2)
3686400 inodes, 7372800 blocks
368640 blocks (5.00%) reserved for the super user
First data block=0
225 block groups
32768 blocks per group, 32768 fragments per group
16384 inodes per group
Superblock backups stored on blocks:
32768, 98304, 163840, 229376, 294912, 819200, 884736, 1605632, 2654208,
4096000

Writing inode tables: done
Creating journal (32768 blocks): done
Writing superblocks and filesystem accounting information: done

6. Selanjutnya adalah melakukan mounting dan setting automount.
Kita akan coba mount elishalv ke /data

iway@elisha:~$ sudo mount /dev/elishavg/elishalv /data/

Apabila tidak ada error lalu editlah /etc/fstab agar dapat dimounting secara otomatis saat booting.
tambahkan baris berikut
/dev/elishavg/elishalv /data ext3 defaults,errors=remount-ro 0 1
Setelah itu lakukan restart.
Apabila telah termounting otomatis, maka lvm telah sukses dan telah siap digunakan.
Untuk manajemen lebih lanjut tentang LVM seperti manghapus volume group atau menambah partisi untuk volume group, dapat dibaca pada LVM howto.

~~~~~~~~
UBUNTU
~~~~~~~~

02 July 2006

Debian

Debian, adalah salah satu distro linux tertua.
Debian merupakan sistem operasi yang free yang program - programnya yang digunakannya berasal dari GNU project yang kemudian dianamakan Debian GNU/Linux.





GNU merupakan salah satu project yang membangun free software yang seluruh programnya dapat digunakan secara free dan bersifat opensource.
Dalam perkembangannya yang berjalan lambat, ia dinyatakan sebagai distro linux yang paling stabil, secure (aman) dan memiliki system management paket atau software yang baik, itu semua menjadi keunggulan distro debian apabila dibandingkan dengan distro yang lainnya.

Kenapa disebut stabil?
Menurut pendapatku kenapa debian disebut sistem operasi yang stabil itu dikarenakan Debian GNU/Linux menggunakan salah satu versi kernel dimana dinyatakan stabil oleh para pengembangnya dan penggunaan program atau tools yang juga telah teruji kestabilannya setelah melalui beberapa proses/tahap testing yang cukup ketat yang berada pada repository testing sebelum dimasukkan ke dalam repository stable.

Bagaimana Debian dapat memiliki system yang Aman
Debian merupakan distro linux yang memiliki keamanan(security) yang bagus, salah satu alasannya adalah dikarenakan memiliki system dan program/tools yang stabil.
Selain itu dikarenakan support dari banyaknya pengembang yang selalu peduli dan mensupport dalam pengembangan serta keamanan dari system debian.
Disini para pengguna ataupun pengembang debian mensupport dengan malakukan patch system debian ataupun program apabila diketahui adanya suatu celah keamanan didalamnya.
Untuk membaca dokumen / manual tentang mengamankan Debian dapat dibaca pada link ini http://www.debian.org/doc/user-manuals#securing

System management paket pada Debian.
Debian memiliki paket yang ber-extensi deb, yang diamana management paketnya terintegrasi di dalam sistem-nya, sehingga dapat disupport secara penuh oleh debian.
System management paket ini merupakan system yang paling bagus dari distro linux lainnya, walaupun sekarang ini hadir gentoo dengan management paketnya yang hampir menyerupai debian, namun menut pendapat saya belum sebagus management paket debian.
Debian memiliki tool apt (Advanced Package Tool) dimana sistem upgrade nya lebih bagus dari tool emerge yang dimiliki gentoo, dimana apabila gentoo meng-upgrade system ataupun program, maka konfigurasi setelah upgrade akan dilakukan secara manual.
Sedangkan upgrade system ataupun program pada debian kita dapat memilih untuk tetap menggunakan konfigurasi yang lama atau menimpanya atau mengkonfigurasi secara manual dari perbedaan yang ada dalam konfigurasi saat mengupgrade.

Karena merupakan sistem operasi yang free, memilii full support untuk customize dan memiliki management paket yang baik membuat debian banyak digunakan untuk dasar pembuatan distro - distro baru, yang kemudian menjadi turunanya.

01 July 2006

Menambahkan transparant locking pada list screensaver XScreenSaver

xlock
Untuk membuat transparant screensaver yang dibutuhkan adalah program xlock

# xlock -geometry 1x1 -enablesaver -mode blank

Sebenarnya tidak ada mode transparant pada xlock, namun yang dilakukan adalah mengcustomize perintah standart yaitu dengan mode blank dan dengan geomerty 1x1.
Disini sebenarnya mode yang digunakan adalah blank dengan ukuran 1x1, sehingga blank tidak terlihat karena ukurannya yang terlalu kecil dan sehingga terlihat seperti transparant.

Menambahkan ke dalam list
Untuk menambahkan kita akan melakukan editing pada file ~/.xscreensaver
1. bukalah dengan editor kesayangan file ~/.xscreensaver
2. cari section programs di dalam file
3. lalu tambahkan baris
"Transparant XLocking" xlock -geometry 1x1 -enablesaver -mode blank \n4. save pengubahan yang telah kita buat
5. lalu setting xsreensaver agar menggunakan mode locking yang baru kita tambahkan dengan menjalankan perintah "xscreensaver-demo" atau menjalankannya dari menu.