29 June 2006

Mini multi boot linux live CD

Pada pembuatan mini multi boot linux live CD, disini dinamakan mini live cd karena live cd yang akan digabungkan berukuran kecil dan hasil yang didapatkan kurang dari 200Mb atau cukup untuk mini CD-R.
Untuk penggunaan normal CD-R atau pun DVD-R/+R, dapat dimodifikasi sendiri dengan menambahkan lagi koleksi distro live cd yang akan digabungkan.

distro linux live yang diikutkan kali ini adalah :
1. Gparted 0.2.4-20
2. DSL 3.00

3. Puppy 2.00 Seamonkey

4. GeexBox 1.0

Tampilan saat booting.


1. Persiapan
Space (Kapasitas hardisk yang dibutuhkan)
Untuk space yang dibutuhkan adalah dua kali dari total besar seluruh live cd yang kita gabungkan.
misalkan besar total seluruh live cd ini adalah 180Mb. Maka space yang kita persiapkan adalah 2x180=360Mb atau 400Mb(lebih baik)

Susunan Folder
Kita persiapkan folder untuk kerja, buat folder kosong dengan nama kerja lalu didalamnya buat dua buah folder lagi yaitu output dan mini-livecd, selanjutnya didalam mini-livecd dibuat isolinux,dsl30,GEEXBOX,gparted. strukturnya adalah seperti ini:

kerja ----------- mini-livecd --------- dsl30
| |---- GEEXBOX
| |---- gparted
| |---- isolinux
|
|----- output


2. Pembuatan mini multi boot liveCD

23 June 2006

pkg-get tool


Apa itu Solaris pkg-get tool?

pkg-get adalah tool yang dapat melakukan download secara otomatis dan installasi binary paket dari site penyedia paket/archive.

Beberapa fiture pkg-get tool :
1. Dapat melakukan installasi paket secara online dimana pk-get tool akan mendownloadkan secara otomatis paket yang akan kita install.
2. Dengan pkg-get tool, kita tidak perlu bingung dengan dependency dari paket yang akan kita install, karena tool ini akan mendownload secara otomatis paket-paket dependency yang dibutuhkan.
3. Seperti ditribusi Debian linux (apt), pkg-get tool dapat melakukan beberapa fungsi lain, yaitu:
- melakukan list paket yang tersedia
- compare paket yang terinstall
- upgrade paket apabila tersedia versi yang lebih baru
- dan melakukan update catalog paket

Intallasi pkg-get :
Download pkg-get tool pada link dibawah ini.
http://www.blastwave.org/pkg_get.pkg

lalu lakukan installasi dengan menjalankan command
# pkgadd -d pkg_get.pkg
Paket-paket yang dibutuhkan untuk mendukung pkg-get tool adalah
- wget (http://www.blastwave.org/wget-i386.bin)
- gzip (biasanya sudah terinstallm karena termasuk core paket)

Konfigurasi pkg-get tool:
Biasanya binary pkg-get akan terinstall pada direktory "/opt/csw/bin" da file configurasi terdapat pada file "/opt/csw/etc/pkg-get.conf", file ini berisikan alamat site archive, proxy setting dan settingan lainya pada pkg-get tool.
Untuk beberapa alamat mirror site dapat dilihat pada http://www.blastwave.org/mirrors.php

Konfigurasi bash env variable
- PATH = tambahkan "/opt/csw/bin" pada variabel PATH untuk binary file yang akan dieksekusi
- MANPATH = tambahkan "/opt/csw/man" pada variable MANPATH untuk letak man file
- XFILESEARCHPATH = tambahkan "/opt/csw/lib/X11/%T/%N%C" untuk X resource search path

Yang paling terpenting adalah seting library path sehingga binary file yang terinstall dapat berjalan dengan baik dengan library yang tepat juga.
cara yang direcomendasikan adalah dengan melakukan unset pada library path yaitu dengan perintah
# unset LD_LIBRARY_PATH
atau dapat juga menentukannya secara spesifik untuk beberapa alasan, namun ini sangat tidak direkomendasikan, kita dapat melakukan
# THIS IS NOT A GOOD IDEA
LD_LIBRARY_PATH='/opt/csw/lib/$ISALIST':/other/values/here
# THIS IS NOT A GOOD IDEA

Penggunaan:
untuk menampilkan help pkg-get tool kita tinggal mengetikan command pkg-get tanpa parameter apapun.
Beberapa contoh :
1. melakukan update catalog
-bash-3.00# pkg-get -U
WARNING: gpg not found
Getting catalog...
--23:46:40-- http://ibiblio.org/pub/packages/solaris/csw/unstable/i386/5.10/catalog
=> `catalog'
Connecting to 10.14.3.151:8080... connected.
Proxy request sent, awaiting response... 200 OK
Length: 177,434 [text/plain]

2% [> ] 4,931 3.64K/s
2. menampilkan paket yang tersedia
-bash-3.00# pkg-get -a
WARNING: gpg not found
# (From site http://ibiblio.org/pub/packages/solaris/csw/unstable)
a2ps 4.13b
aalib 1.4.0,REV=2004.10.15_rev=rc5
achievo 0.8.4
amanda 2.4.4p4,REV=2006.01.10.x86only
amavisd_new 2.3.3,REV=2005.10.24
amsn 0.94
analog 5.32,REV=2003.9.12
.
.
3. melakukan comapare paket yang terinstall dengan catalog
-bash-3.00# pkg-get -c
WARNING: gpg not found
# (From site http://ibiblio.org/pub/packages/solaris/csw/unstable )
software localrev remoterev
a2ps [Not installed] 4.13b
aalib [Not installed] 1.4.0,REV=2004.10.15_rev=rc5
achievo [Not installed] 0.8.4

3. melakukan installasi paket
-bash-3.00# pkg-get -i xlockmore
WARNING: gpg not found
No existing install of CSWxlockmore found. Installing...
Removing invalid local file xlockmore-5.14.1,REV=2004.11.26-SunOS5.8-i386-CSW.pkg.gz
Trying http://ibiblio.org/pub/packages/solaris/csw/unstable/i386/5.10/xlockmore-5.14.1,
REV=2004.11.26-SunOS5.8-i386-CSW.pkg.gz

--00:03:06-- http://ibiblio.org/pub/packages/solaris/csw/unstable/i386/5.10/xlockmore-5.14.1,
REV=2004.11.26-SunOS5.8-i386-CSW.pkg.gz

=> `xlockmore-5.14.1,REV=2004.11.26-SunOS5.8-i386-CSW.pkg.gz'
Connecting to 10.14.3.151:8080... connected.
Proxy request sent, awaiting response... 200 OK
Length: 1,155,841 [text/plain]

3% [> ] 45,951


Untuk keterangan lebih lanjut tentang pkg-get dapat dilihat pada
original home page http://www.bolthole.com/solaris/pkg-get.html
atau
http://www.blastwave.org/pkg-get.php



Instalasi MPlayer-1.0pre7try2 pada solaris express 5.11 x86

Posting yang satu ini adalah dokumnetasi saat mengintall mplayer pada SunOS 5.11 x86 (solaris express 04/06)
Pertama - tama download dulu paket mplayer dan codecnya.
Yang saya gunakan saat instalasi yaitu versi
- MPlayer-1.0pre7try2
- codecs essential-20060501
kedua paket tersebut dapat di download di www.mplayerhq.hu
dan beberapa paket yang diperlukan oleh mplayer.
Apabila belum terdapat dalam sistem anda seperti
- zlib-1.2.3-sol10-x86-local.gz
- freetype-2.1.9-sol10-intel-local.gz
- fontconfig-2.2.98-sol10-intel-local.gz
dapat didownload www.sunfreeware.com

Selanjutnya unpack paket codec yang didapat dan tempatkan seluruh file nya pada /usr/local/lib/codecs
Lalu unpack paket mplayer ke /home/MPlayer-1.0pre7try2
Selanjutnya masuk direktori tersebut.

Disini akan dilakukan patch pada beberapa script source mplayer, agar dapat di install pada SunOS 5.11 dan Solaris 10.
Patch ini didapat dari http://solarisopen.wordpress.com/2006/04/30/mplayer-solaris-x86/
yang di posting oleh Irfan Gulamali.
Disana terdapat baris script patch untuk source mplayer, namun saya tidak dapat mengerti menggunakannya.
Jadi yang saya lakukan adalah mengedit tiap file yang dilakukan patch secara manual.
Oiya sebelumnya patch ini diterapkan pada mplayer versi MPlayer-1.0pre7try2, dan saya belum mencoba untuk versi yang lainya pada solaris x86.

Sebelumya akan dijelaskan cara menggantinya dari tiap baris yang dihapus, diedit ataupun ditambahkan. yaitu tanda
+ (plus) : berarti baris tersebut tambahkan baris tersebut dalam script yang di pacth
- (minus): berarti hapus baris tersebut dari script yang di patch
apabila tidak ada tanda + atau -, maka baris tersebut tidak dilakukan apa2 atau biarkan saja apa adanya.
lalu misalkan
@@ -2687,8 +2687,8 @@ : berarti menandakan script yang yang akan dipatch dimulai dari baris 2687 dan seterusnya sesuai patch yang ada.
Ini script - script yang akan dipatch atau diubah secara manual.

========================
file : MPlayer-1.0pre7try2/configure

@@ -2687,8 +2687,8 @@
#cat > $TMPC << _ld_dl_dynamic="’-rdynamic’" _ld_dl_dynamic="'’" _ld_dl_dynamic="’-Bdynamic’" _ld_dl_dynamic="'’" _ld_dl_dynamic="’-rdynamic’" _ld_dl_dynamic="'’" _ld_dl_dynamic="’-rdynamic’" _ld_dl_dynamic="'’" _ld_arch="”$_ld_arch" _ld_dl_dynamic ="=" len =" strlen(name)" env =" malloc(len);" use_sdl_internal_mixer ="=" gereoffy ="=" depend ="=" len =" strlen(name)" env =" malloc(len);" 04 ="=" numsysldts ="=">Sekarang langkah selanjutnya adalah menkonfigure source yang ada agar siap di compile.
untuk mengkonfigure saya menggunakan perintah dan option

$./configure --with-codecsdir=/usr/local/lib/codecs/ --with-extralibdir=/usr/ccs/lib/ --as=/usr/sfw/bin/gas --enable-gl --enable-mlib --enable-x11 --enable-vorbis --enable-dvdread --enable-xvid --enable-dynamic-plugins

Diatas terdapat option --as=/usr/sfw/bin/gas, karena kita akan menggunakan GNU assembler (gas) dan --with-codecsdir=/usr/local/lib/codecs/ untuk letak essential codecs.
Option lainya yang digunakan saat configure dapat disesuaikan sesuai keinginan anda.

selanjutnya lakukan kompilasi mengunakan GNU make yaitu
$gmake

Lalu lakukan installasi mplayer, tetapi ingat untuk login sebagai root
#gmake install

Apabila tidak ada pesan error maka instalasi mplayer telah berhasil dan source mplayer tersebut dapat dihapus agar tidak membebani kapasitas hardisk.
Untuk menggunakan mplayer dapat menjalankan perintah
$mplayer [nama_file_multimedia]
Untuk lebih jelas tentang penggunaan mplayer dapat dibaca manual atau dokumentasi yang sisertakan dalam source.

Apabila kita ingin mplayer dapat melakukan fullscreen maka dapat ditambahkan option -zoom dan menekan tombol "f" untuk fullscreen dan sebalinya atau kembali seperti semula.
$mplayer -zoom [nama_file_multimedia]

Namun untuk file real media saya masih belum dapat memainkannya dan terlihat bahwa persentase cpu yang digunakan cukup tinggi untuk memainkan video format avi DivX.

Thanks to Irfan Gulamali

=======================================
Apabila hari ini tidak bisa, hari esok coba lagi
Apabila esok tidak bisa, esok lusa coba lagi
Apabila esok lusa tidak bisa maka coba lagi hari berikutnya
Never Give Up
=======================================

Melihat dan Mematikan Service pada solaris 10 x86

Banyaknya service yang berjalan pada mesin solaris kita yang sebenarnya service tersebut tidak kita gunakan atau yang seharusnya tidak aktif hanya akan memperlemah security pada sistem solaris yang kita gunakan, karena service ini dapat dimanfaatkan sebagai pintu masuk ataupun kelemahan sistem oleh user lain yang mencoba masuk ke dalam sistem dalam jaringan komputer.

Pada posting ini akan dibahas secara singkat cara melihat dan mematikan beberapa service yang kita anggap tidak perlu atau tidak digunakan agar sistem kita lebih aman dalam network.

Untuk melihat service yang sedang online atau berjalan kita dapat menggunakan perintah svcs.

# svcs -a | grep online
..
.
online May_17 svc:/network/rpc/bind:default
online May_17 svc:/network/nfs/status:default
online May_17 svc:/system/console-login:default
online May_17 svc:/network/inetd:default
online May_17 svc:/network/nfs/client:default
online May_17 svc:/network/rpc/meta:default
online May_17 svc:/network/ftp:default
online May_17 svc:/network/finger:default
online May_17 svc:/network/login:rlogin
online May_17 svc:/network/shell:default
online May_17 svc:/network/telnet:default
online May_17 svc:/network/ssh:default
.
.

Pada contoh output diatas dapat dilihat beberapa service yang sedang berjalan.
Kita akan disable dan matikan, beberapa service yaitu service ftp, telnet, finger, login, shell.

# svcadm disable svc:/network/ftp:default
# svcadm disable svc:/network/telnet:default
# svcadm disable svc:/network/finger:default
# svcadm disable svc:/network/login:rlogin
# svcadm disable svc:/network/shell:default

Apabila kita ingin meng-enable kembali service tersebut maka ganti kata disable dengan enable pada baris perintah tesebut.

Untuk penjelasan lebih tentang service pada solaris 10 x86 mudah - mudahan akan dibahas dalam posting selanjutnya.


Seting PATH env variable bash pada solaris express 5.11 x86

Salam kenal semuanya
ini posting pertama tentang solaris.
di posting ini akan menambahkan nilai pada variable PATH bash pada solaris express 5.11 untuk komputer x86.

Pertama kenal solaris shell defaultnya yang digunakan adalah 'sh' :-(, dengan fiturnya yang terbatas apabila dibandingkan dengan bash. :D
Pakai bash disolaris yuk.
Untuk ngubah dari shell default kita dari sh ke bash lakukan login ke user root lalu edit file /etc/passwd. trus edit deh baris salah satu user yang akan diubah, yaitu ganti /sbin/sh dengan /bin/bash. klo sudah lakukan logout.

Sekarang kita sudah menggunakan bash shell.
-bash-3.00$
Apabila dilihat PATH variable pada env variable nya minim.

-bash-3.00$ env
.
.
PATH=/usr/bin:/usr/dt/bin:/usr/openwin/bin:/usr/ucb
.
.


Sehingga apabila ingin menjalankan perintah - perintah tertentu harus menulis full path. Nah sekarang kita tambahkan nilai pada variabel PATH.
Untuk menentukan sendiri nilai variable PATH, kita dapat mengubah file /etc/profile atau ~/.profile
Apabila yang diedit /etc/profile nanti akan berlaku untuk semua user sedangkan untuk ~/.profile hanya berlaku untuk satu user atau masing - masing user.

Sekarang tambahkan baris berikut pada '~/.profile' menggunakan editor kesayangan anda.

PATH=/usr/bin:/usr/dt/bin:/usr/openwin/bin:/usr/ucb:/bin:/opt/sfw/bin:/usr/ccs/bin:/usr/sfw/bin
export PATH

Sekarang lihat hasilnya, kita buka console lalu jalankan perintah

-bash-3.00$ echo $PATH
/usr/bin:/usr/dt/bin:/usr/openwin/bin:/usr/ucb:/bin:/opt/sfw/bin:/usr/ccs/bin:/usr/sfw/bin


Apabila outputnya sudah seperti diatas maka kita telah berhasil mengganti PATH env variable.

===========================
Lalukanlah dari hal yang kecil
Untuk mendapatkan sesuatu yang besar
===========================

15 June 2006

auto reconnect vpn

#!/bin/sh
while (( 1 ))
do
out=`ifconfig | grep ppp`
if [[ $out = "" ]];
then ifup-pptp 2> /dev/null
fi
sleep 1m
done