16 December 2006

Install flash plug-in untuk mozilla di Solaris X86




Bete ngga sih klo pas buka web site yang ada flash nya, eh malaah muncul popup peberitahuan missing plugin dan diharuskan download plugin buat flash playernya.
Nieh beberapa tahapan buat install flash plugin untuk mozilla browser di sistem operasi Solaris.

Pertama-tama download dulu pluginnya nih linknya di download disini.
trus ikutin langkah - langkah dibawah ini :
Sebenarnya ada 2 cara untuk menginstall flash plugin ini, cara pertama adalah agar plugin yang kita install dapat digunakan oleh semua user atau bersifat global sedangkan cara kedua adalah flash plugin yang kita install hanya mempengaruhi user kita saja.
Nah cara yang akan saya jelaskan adalah yang pertama atau bersifat global, biar user lain tidak perlu menginstall lagi pluginnya. :D
  1. Yang pasti untuk cara ini, maka kita perlu root akses. Apabila anda adalah user biasa, maka loginlah terlebih dahulu sebagai root dengan menggunakan pertintah "$ su -".
  2. Pindahkan atau copy-kan paket flash plugin yang baru saja kita download ke /tmp directory.
  3. Pindah direktori ke /tmp direktori, perintahnya "cd /tmp"
  4. sekarang extrak paket tersebut dengan perintah berikut ini: " gunzip -c install_flash_player_7_solaris_x86.tar.gz | tar xvf - "
  5. sekarang masuk ke direktori hasil extrak perintah sebelumnya "cd install_flash_player_7_solaris "
  6. Sekarang copy-kan file libflashplayer.so ke direktori mozilla plugin, biasanya di /usr/sfw/lib/mozilla/plugins. Perintahnnya " copy libflashplayer.so /usr/sfw/lib/mozilla/plugins "
  7. Lalu close seluruh mozilla browser kamu.
  8. Lalu jalankan lagi browser mozilla dan buka About plug-ins di menu help. Apabila telah terinstall maka seharusnya ada shockwave flash plugin di lists tersebut.
  9. Untuk mencoba nya maka bukalah halaman web yang terdapat flash, sebagai contoh www.detik.com
Apabila semua berjalan dengan baik, maka installasi flash plugin untuk mozilla browser di Solaris x86 telah sukses.

~ Regards ~

14 December 2006

Foto assisten laboratorium telematika dan wireless


Weehhh...
Ini foto para assisten laboratorium telematika dan wireless.
foto ini dibuat pada tanggal 14 Nov 2006.
bagus kan!
:p

02 September 2006

Foto asisten praktikum teknik informatika 3 stttelkom 2005


(Dari kiri ke kanan)
Bediri :
Ka tafta, Ka Indra (acun), Ade, /me , Agra
Duduk :
Adis, Daru , Yuli, Arisman
Dilantai :
Cahyani, Ka Attar

message :
Waktu bersama kalian adalah merupakan salah satu waktu yang menyenangkan buatku sewaktu aku kuliah di STTTelkom.
Suatu pengalaman yang sangat berharga berjuang bersama, dimana ku merasakan bahagia, kesal, jengkel, malu bahkan merasa berharga (emangnya harta [^.^]).

Thanks to Ka tafta, Ka indra dan Ka Attar untuk kaderisasi dan bimbinganya.
Thanks to Daru dan Yuli yang sudah mau menjadi ibu2 sisop :)
Thanks to Arisman dan Ade untuk pendapat2nya.
Thanks to Agra untuk pengalamannya bersama linux yang sangat membantuku.
dan Thanks to Adis dan Yani yang selalu membantu saat praktikum.

Kenangan ini akan selalu kuingat bersama foto diatas.
Mmm..
Trus untuk yang sudah lulus, entar bantu aku cari kerja saat aku lulus nanti. hehhehe :)
Maju terus ya,

(Blog ini kutulis sebagai rasa terima kasihku kepada kalian semua [telat ya T_T] dan saat aku liat foto + dengerin lagu Untuk dikenang - jikustik)
Salam hangat,

..:: 1w4y ::..
(^_^)

01 September 2006

membuat cd reposity ubuntu

CD Repository Ubuntu

Karena minimnya paket default pada cd installer ubuntu dan adanya keharusan memiliki koneksi jaringan ke site repository paket ubuntu
untuk menginstall paket tambahan ataupun untuk mengupdatenya.
Itu merupakan salah satu kekurangan dari ubuntu, dimana metode seperti ini menyulitkan pengguna ubuntu yang tidak memiliki koneksi ke internet.

Maka dari itu untuk mempermudah pengguna ubuntu yang tidak memiliki internet, maka kita akan membuat cd/dvd paket repository.
Tool yang digunakan sama dengan tool yang saya gunakan sebelummnya untuk membuat site repository untunk jaringan lokal, yaitu dengan debmirror.
Disini saya akn membuat paket repository dalam media dvd, space yang digunakan kira2 adalah 2 kali ukuran dvd 5,
ya kira2 sekitar 8 GB ditambah dikit jadi siapkan 9 GB.
Saya akan jelaskan secara bertahap, kita mulai saja sekarang.


1. Buat direktori dengan nama ubuntu_dvd yang
didalamnya terdapat direktori iso dan repo_cache.
2. sekarang buat script untuk mendownload paket2 yang dibutuhkan,
silakan salin saja script dibawah ini:

#!/bin/bash

#--- Variable----
SITE=10.14.3.33
MIRRORDIR=/data1/ubuntu_dvd/repo_cache
METHOD=http
ARCH=i386
SECTIONS=main,restricted
ROOTDIR=/ubuntu
DISTS=dapper,dapper-security

logger -t ubuntu-mirror.bash[$$] Updating Ubuntu mirror

debmirror --method=$METHOD --arch=$ARCH \
--verbose --progress --section=$SECTIONS \
--host=$SITE --root=$ROOTDIR --dist=$DISTS \
--progress $MIRRORDIR --ignore-release-gpg --nosource

logger -t ubuntu-mirror.bash[$$] Finished Updating ubuntu mirror


Saat saya buat ini mungkin space yang di download ada 3.9 GB, kira2 cukup pada dvd 5.
Apabila space yang dihasilkan lebih dari 1 buah dvd 5, maka dapat mengurangi salah satu distribusi nya.
Contoh hanya dapper saja yang dibuat, sedangkan dapper-security tidak kita download.

3. Setelah itu simpan script diatas dengan nama ubuntu_dvd.sh, dan buat menjadi executable lalu jalankan.
$ chmod +x ubuntu_dvd.sh
$ ./ubuntu_dvd.sh

4. Apabila telah selesai, didalam direktori repo_cahce akan ada direktori dists, pool, dan project. lalu kita akan membuat iso dvd untuk repositorynya
perintahnya adalah :
mkisofs -r -v -V "UbuntuRepo010906 " \
-iso-level 4 -o ubuntu_dvd/iso/ubuntu_repo01092006.iso \
ubuntu_dvd/repo_cache

5. Sekarang dvd repo telah terbentuk dan siap di burning ke dalam DVD blank.

Regard


_(^,^)_

Komputer di kost ke-2 ku di (Bandung)



Hihihihi.. :)
ini nih tata letak komputer ku di kost ku,
berantakan kan? (namanya juga cowo).
kostku enak dan nyaman, ya setidaknya sebelum kebocoran di atapnya terjadi.
trus jadi ngga nyaman deh. akhirnya /me pindah deh ke kost ke-3.
yaitu lab Teleinformatika. hehehe.
:)

05 August 2006

Installasi dan seting NFS server di DEBIAN

Installasi dan setingan yang saya lakukan ini diterapkan pada debian sarge, dan terdapat 3 bagian pada posting ini yaitu installasi dan seting nfs server, setting client dan pengaturan hak akses untuk host.

1. Installasi dan setting nfs server
untuk installasi diperlukan adalah paket nfs-common dan nfs-kernel-server, untuk menginstallnya dapat menjalankan perintah.
# apt-get install nfs-common nfs-kernel-server
Langkah selanjutnya adalah mengedit file /etc/export untuk mendefinisikan direktori yang akan kita share.
formatnya isi nya adalah
directory host1(option) host2(option)
Sebagai contoh saya akan isikan /etc/export dengan
/home 10.14.3.0/255.255.255.0(rw,sync)
berarti mengizinkan ip dari 10.14.3.1 s.d 10.14.3.255 untuk mengaksesnya dengan option rw dan sync
/etc/init.d/nfs-kernel-server restart
/etc/init.d/nfs-common restart
sekarang melihat informasi tentang rpc pada mesin kita dan akan terlihat seperti dibawah ini.
# rpcinfo -p
program vers proto port
100000 2 tcp 111 portmapper
100000 2 udp 111 portmapper
100003 2 udp 2049 nfs
100003 3 udp 2049 nfs
100003 2 tcp 2049 nfs
100003 3 tcp 2049 nfs
100021 1 udp 1028 nlockmgr
100021 3 udp 1028 nlockmgr
100021 4 udp 1028 nlockmgr
100021 1 tcp 1035 nlockmgr
100021 3 tcp 1035 nlockmgr
100021 4 tcp 1035 nlockmgr
100005 1 udp 778 mountd
100005 1 tcp 781 mountd
100005 2 udp 778 mountd
100005 2 tcp 781 mountd
100005 3 udp 778 mountd
100005 3 tcp 781 mountd
100024 1 udp 791 status
100024 1 tcp 794 status
Sekarang installasi dan seting standart telah selesai.

2. Setting Client
Selanjutnya adalah seting disisi client agar dapat menggunakan share yang terdapat pada nfs server.

Pada sisi client dapat melakukan mount secara manual ataupun otomatis mounting saat booting melalui /etc/fstab
Untuk menjalankan perintah dibawah ini untuk melakukan mounting secara manual share yang telah dilakukan diatas.
# mount -t nfs server_address:/home /mnt/home
Server address pada contoh diatas adalah alamat ip dari server nfs.
Namun pada saat mounting akan dibutuhkan waktu cukup lama, jadi diharap untuk sabar menunggu atau mungkin di mesin lain dapat lebih cepat. :)
Untuk kasus otomatis mounting, dapat menambahkan baris ini pada /etc/fstab
# device mountpoint fs-type options dump fsckorder
....
server_address:/home /mnt/home nfs rw,sync 0 0
....
Apabila telah berhasil di mounting maka client telah siap menggunakan share tersbut.

3. Pengaturan Hak akses untuk host
Pada tahap ini adalah security standart untuk mangatur hak akses host mana saja yang dapat menggunakan share ataupun yang tidak diiznkan.
Seting ini menggunakan hosts.deny dan hosts.allow yang terdapat pada direktory /etc.
Untuk keamanan ada baiknya mengsetting default agar tidak menzinkan seluruh host untuk mengakses nfs server pada hosts.deny dan definisikan host mana saja yang dapat mengaksesnya pada hosts.allow.
Untuk menerapkan konfigurasi yang dijelaskan diatas maka kita dapat memasukan beberapa baris pada hosts.deny yaitu
portmap:ALL
lockd:ALL
mountd:ALL
rquotad:ALL
statd:ALL
dan
portmap: 10.14.3.235
lockd: 10.14.3.235
rquotad: 10.14.3.235
mountd: 10.14.3.235
statd: 10.14.3.235
Berarti host yang diperbolehkan mengaksesnya adalah 10.14.3.235 sedangkan yang lainnya tidak diizinkan.
Apabila kita mau, kita juga dapat menggunakan iptables untuk mengatur hak akses untuk host.

21 July 2006

Menambah kapasitas logical volume LVM pada ubuntu 6.06



Posting ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya dimana setelah logical volume telah terbentuk, ternyata kita membutuhkan penambahan kapasitas atau space dari LV(logical volume) itu.
Sebelum membesarkan/ menambah space dari LV kita, maka kita perlu untuk menambah terlebih dahulu anggota dari volume group(VG) apabila ukuran VG kita juga sudah habis.
Untuk melihat informasi size dari vg dan lv kira maka kita dapat menggunakan perintah.

iway@elisha:~$ sudo vgdisplay elishavg | grep "VG Size" ; \ > sudo lvdisplay elishavg/elishalv | grep "LV Size" VG Size 28.87 GB LV Size 28.12 GB
Pada LVm diatas nama dari virtual groupnya adalah elishavg dan nama dari logical volumenya adalah elishalv, dan diketahui bahwa kapasitas VG telah habis maka kita perlu menambahkan physical volume (PV) ke dalam elishavg.

Misalkan kita memiliki sebuah partisi yaitu /dev/hdc1 yang akan kita jadikan physical volume dan akan ditambahkan ke dalam elishavg, langkah2nya adalah:

1. initialisasi partisi hardisk
iway@elisha:~$ sudo pvcreate /dev/hdc1 Physical volume "/dev/hdc1" successfully created
2. menambahkan physical volume ke dalam elishavg volume groups
iway@elisha:~$ sudo vgextend elishavg /dev/evms/hdc1 Volume group "elishavg" successfully extended
3.sekarang lihat informasi size dari elishavg
iway@elisha:~$ sudo vgdisplay elishavg | grep "VG Size" ; \ > sudo lvdisplay elishavg/elishalv | grep "LV Size" VG Size 42.84 GB LV Size 28.12 GB
4. dari informasi diatas dapat dilihat bahwa kini ukuran / size dari elishavg telah bertambah menjadi 42.84 GB. Sekarang kita perlu menambahkan ukuran dari elishalv menjadi 42.8GB
iway@elisha:~$ sudo lvextend -L42.8G /dev/elishavg/elishalv Rounding up size to full physical extent 42.80 GB Extending logical volume elishalv to 42.80 GB Logical volume elishalv successfully resized
Sekarang elishalv telah berukuran 42.80 GB, maka penambahan ukuran telah sukses.

5. Langkah selanjutnya adalah merisize ukuran dari elishalv, namun sebelum melakukannya maka kita perlu menjalankan e2fsck terlebih dahulu untuk mengecek filesystemnya dan menjalankan resize2fs, peritah yang dijalankan adalah :
iway@elisha:~$ sudo e2fsck -f /dev/elishavg/elishalv ; sudo resize2fs /dev/elishavg/elishalv
e2fsck 1.38 (30-Jun-2005)
Pass 1: Checking inodes, blocks, and sizes

Pass 2: Checking directory structure

Pass 3: Checking directory connectivity /lost+found not found. Create? yes

Pass 4: Checking reference counts

Pass 5: Checking group summary information


/dev/elishavg/elishalv: ***** FILE SYSTEM WAS MODIFIED ***** /dev/elishavg/elishalv: 31180/3686400 files (2.4% non-contiguous), 3439429/7372800 blocks
resize2fs 1.38 (30-Jun-2005)
Resizing the filesystem on /dev/elishavg/elishalv to 11219968 (4k) blocks.

The filesystem on /dev/elishavg/elishalv is now 11219968 blocks long.


6. Langkah selanjutnya adalah melakukan mounting elishalv untuk mengetahui apakah kita telah sukses, perintahnya adalah:
iway@elisha:~$ sudo mount /dev/elishavg/elishalv /data/mirror/
atau
iway@elisha:~$ sudo mount /dev/mapper/elishavg-elishalv /data/mirror/
lalu jalankan perintah df -h untuk mengetahui penggunaan size dari elishalv
iway@elisha:~$ df -h /data/mirror/
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on

/dev/mapper/elishavg-elishalv 43G 13G 28G 32% /data/mirror
Sekarang kita telah sukses dan elishalv siap digunakan.
:)

20 July 2006

Ubuntu Logo


This is nice logo with glass theme.
Are you agree?

Membangun mirror repository Ubuntu untuk local network dengan debmirror


Salah satu tujuan membangun mirror repository ubuntu untuk local network adalah agar tiap pengguna ubuntu dalam jaringan kita tidak perlu melakukan koneksi keluar (internet) untuk mengambil paket atau mengupdate paket.
Tool yang saya gunakan adalah debmirror. kenapa saya menggunakan debmirror dikarenakan tool ini dapat melakukan partial mirror, sebagai contoh kita dapat membangun repository untuk distribusi dapper (6.06 TLS) saja tanpa versi yang lainnya seperti brezzy (5.10), atau kita dapat membangun untuk arsitektur tertentu saja seperti i386 tapa ikut mendownload repository untuk arsitektur lainnya, ataupun dapat membangun reposity untuk binary paket tanpa paket source.
Buatlah sebuah file yang isinya script untuk membangun mirror atau untuk mengupdatenya apabila telah terbangun.

#!/bin/bash
# -- isi file ubuntu_mirror.bash ---

logger -t ubuntu-mirror.bash[$$] Updating Ubuntu mirror
debmirror --method=http --arch=i386 --verbose --progress \
--section=main,restricted,universe,multiverse \
--host=archive.ubuntu.com --root=/ubuntu --postcleanup \
--dist=dapper,dapper-security,dapper-updates,dapper-backports \
--progress --proxy=http://172.16.1.1:8080 --verbose \
/data/mirror/ubuntu/ --ignore-release-gpg --nosource
logger -t ubuntu-mirror.bash[$$] Finished Updating ubuntu mirror

Dari contoh script diatas dapat dilihat bahwah arsitektur yang dibangun adalah i386 dengan section main,restricted,universe,multiverse dan distribusinya dapper,dapper-security,dapper-updates,dapper-backports. server host yang menjadi master miroringnya adalah archive.ubuntu.com dengan methode yang digunakan adalah http. Mirroring diatas akan mendownload paket binary saja tanpa paket source, dan --ignore-release-gpg digunakan agar mengabaikan pesan error akibat gagalnya memvalidasi public key.
Apabila mirrornya sudah terbangun, untuk mengupdatenya tinggal menjalankan script diatas tersebut.
Semoga bermanfaat.

09 July 2006

Menggunakan LVM pada Ubuntu Dapper

Secara default kernel pada ubuntu telah mengsupport LVM, sehingga kita tidak perlu melakukan kompilasi kernel dan versi dari lvm yang digunakan adalah LVM2.
LVM adalah logical volume manager untuk sistem operasi linux, sebelum mulai menggunakan LVM, maka sebaiknya perlu untuk mengetahui anatomy dari LVM, anatomy ini dapat dibaca pada LVM howto.
Langkah yang perlu diaktifkan

1. Initialisasi disk atau partisi yang akan digunakan oleh LVM
Disini partisi yang yang akan digunakan adalah partisi /dev/hda2 dan /dev/hda3.
keduanya memiliki filesystem ext3.
Perintah yang akan digunakan adalah pvcreate, yang digunakan untuk membuat physical volume (PV).

iway@elisha:~$ sudo pvcreate /dev/hda2 /dev/hda3
Physical volume "/dev/hda2" successfully created
Physical volume "/dev/hda3" successfully created

Untuk melihat atau menampilkan informasi tentang physical volume pada LVM dapat menggunakan perintah pvdisplay.

2. Membuat Volume Group

Volume group adalah level abstraksi tertinggi yang digunakan dalam LVM, inilah yang menggabungkan beberapa koleksi logical volume dan physical volume menjadi sebuah unit administrasi, perintah yang digunakan adalah vgcreate dan block device yang digunakan adalah /dev/evms/hda2 dan /dev/evms/hda3.

iway@elisha:~$ sudo vgcreate elishavg /dev/evms/hda2 /dev/evms/hda3
Volume group "elishavg" successfully created

Untuk melihat informasi tentang volume yang baru kita buat dapat menggunakan vgdisplay.

3. Mengaktifkan volume group
Biasanya setelah reboot, volume group akan diaktifkan secara otomatis, untuk mengaktifkannnya secara manual kita dapat menggunakan perintah vgchange.
perintah yang dijalankan adalah sebagai berikut:

iway@elisha:~$ sudo vgchange -a y elishavg
0 logical volume(s) in volume group "elishavg" now active

4. Membuat logical volume (LV)
Logical volume ditampilkan sebagai standart block device, LV dapat disamakan dengan partisi hardisk pada system biasanya.
Kita akan membuat logical voleme dengan nama elishalv dengan besar 28800 MB, dengan perintah lvcreate.

iway@elisha:~$ sudo lvcreate -L28800 -nelishalv elishavg
Logical volume "elishalv" created

untuk menampilkan informasi dapat menggunakan perintah lvdisplay.

5. Menentukan type filesystem
Langkah selanjutnya adalah menentukan type filesystem dari logical volume yang baru saja dibuat. Disini akan diformat dengan menggunakan filesystem ext3 pada elishalv. Perintah yang akan digunakan adalah mkfs.ext3.

iway@elisha:~$ sudo mkfs.ext3 /dev/elishavg/elishalv
mke2fs 1.38 (30-Jun-2005)
Filesystem label=
OS type: Linux
Block size=4096 (log=2)
Fragment size=4096 (log=2)
3686400 inodes, 7372800 blocks
368640 blocks (5.00%) reserved for the super user
First data block=0
225 block groups
32768 blocks per group, 32768 fragments per group
16384 inodes per group
Superblock backups stored on blocks:
32768, 98304, 163840, 229376, 294912, 819200, 884736, 1605632, 2654208,
4096000

Writing inode tables: done
Creating journal (32768 blocks): done
Writing superblocks and filesystem accounting information: done

6. Selanjutnya adalah melakukan mounting dan setting automount.
Kita akan coba mount elishalv ke /data

iway@elisha:~$ sudo mount /dev/elishavg/elishalv /data/

Apabila tidak ada error lalu editlah /etc/fstab agar dapat dimounting secara otomatis saat booting.
tambahkan baris berikut
/dev/elishavg/elishalv /data ext3 defaults,errors=remount-ro 0 1
Setelah itu lakukan restart.
Apabila telah termounting otomatis, maka lvm telah sukses dan telah siap digunakan.
Untuk manajemen lebih lanjut tentang LVM seperti manghapus volume group atau menambah partisi untuk volume group, dapat dibaca pada LVM howto.

~~~~~~~~
UBUNTU
~~~~~~~~

02 July 2006

Debian

Debian, adalah salah satu distro linux tertua.
Debian merupakan sistem operasi yang free yang program - programnya yang digunakannya berasal dari GNU project yang kemudian dianamakan Debian GNU/Linux.





GNU merupakan salah satu project yang membangun free software yang seluruh programnya dapat digunakan secara free dan bersifat opensource.
Dalam perkembangannya yang berjalan lambat, ia dinyatakan sebagai distro linux yang paling stabil, secure (aman) dan memiliki system management paket atau software yang baik, itu semua menjadi keunggulan distro debian apabila dibandingkan dengan distro yang lainnya.

Kenapa disebut stabil?
Menurut pendapatku kenapa debian disebut sistem operasi yang stabil itu dikarenakan Debian GNU/Linux menggunakan salah satu versi kernel dimana dinyatakan stabil oleh para pengembangnya dan penggunaan program atau tools yang juga telah teruji kestabilannya setelah melalui beberapa proses/tahap testing yang cukup ketat yang berada pada repository testing sebelum dimasukkan ke dalam repository stable.

Bagaimana Debian dapat memiliki system yang Aman
Debian merupakan distro linux yang memiliki keamanan(security) yang bagus, salah satu alasannya adalah dikarenakan memiliki system dan program/tools yang stabil.
Selain itu dikarenakan support dari banyaknya pengembang yang selalu peduli dan mensupport dalam pengembangan serta keamanan dari system debian.
Disini para pengguna ataupun pengembang debian mensupport dengan malakukan patch system debian ataupun program apabila diketahui adanya suatu celah keamanan didalamnya.
Untuk membaca dokumen / manual tentang mengamankan Debian dapat dibaca pada link ini http://www.debian.org/doc/user-manuals#securing

System management paket pada Debian.
Debian memiliki paket yang ber-extensi deb, yang diamana management paketnya terintegrasi di dalam sistem-nya, sehingga dapat disupport secara penuh oleh debian.
System management paket ini merupakan system yang paling bagus dari distro linux lainnya, walaupun sekarang ini hadir gentoo dengan management paketnya yang hampir menyerupai debian, namun menut pendapat saya belum sebagus management paket debian.
Debian memiliki tool apt (Advanced Package Tool) dimana sistem upgrade nya lebih bagus dari tool emerge yang dimiliki gentoo, dimana apabila gentoo meng-upgrade system ataupun program, maka konfigurasi setelah upgrade akan dilakukan secara manual.
Sedangkan upgrade system ataupun program pada debian kita dapat memilih untuk tetap menggunakan konfigurasi yang lama atau menimpanya atau mengkonfigurasi secara manual dari perbedaan yang ada dalam konfigurasi saat mengupgrade.

Karena merupakan sistem operasi yang free, memilii full support untuk customize dan memiliki management paket yang baik membuat debian banyak digunakan untuk dasar pembuatan distro - distro baru, yang kemudian menjadi turunanya.

01 July 2006

Menambahkan transparant locking pada list screensaver XScreenSaver

xlock
Untuk membuat transparant screensaver yang dibutuhkan adalah program xlock

# xlock -geometry 1x1 -enablesaver -mode blank

Sebenarnya tidak ada mode transparant pada xlock, namun yang dilakukan adalah mengcustomize perintah standart yaitu dengan mode blank dan dengan geomerty 1x1.
Disini sebenarnya mode yang digunakan adalah blank dengan ukuran 1x1, sehingga blank tidak terlihat karena ukurannya yang terlalu kecil dan sehingga terlihat seperti transparant.

Menambahkan ke dalam list
Untuk menambahkan kita akan melakukan editing pada file ~/.xscreensaver
1. bukalah dengan editor kesayangan file ~/.xscreensaver
2. cari section programs di dalam file
3. lalu tambahkan baris
"Transparant XLocking" xlock -geometry 1x1 -enablesaver -mode blank \n4. save pengubahan yang telah kita buat
5. lalu setting xsreensaver agar menggunakan mode locking yang baru kita tambahkan dengan menjalankan perintah "xscreensaver-demo" atau menjalankannya dari menu.

29 June 2006

Mini multi boot linux live CD

Pada pembuatan mini multi boot linux live CD, disini dinamakan mini live cd karena live cd yang akan digabungkan berukuran kecil dan hasil yang didapatkan kurang dari 200Mb atau cukup untuk mini CD-R.
Untuk penggunaan normal CD-R atau pun DVD-R/+R, dapat dimodifikasi sendiri dengan menambahkan lagi koleksi distro live cd yang akan digabungkan.

distro linux live yang diikutkan kali ini adalah :
1. Gparted 0.2.4-20
2. DSL 3.00

3. Puppy 2.00 Seamonkey

4. GeexBox 1.0

Tampilan saat booting.


1. Persiapan
Space (Kapasitas hardisk yang dibutuhkan)
Untuk space yang dibutuhkan adalah dua kali dari total besar seluruh live cd yang kita gabungkan.
misalkan besar total seluruh live cd ini adalah 180Mb. Maka space yang kita persiapkan adalah 2x180=360Mb atau 400Mb(lebih baik)

Susunan Folder
Kita persiapkan folder untuk kerja, buat folder kosong dengan nama kerja lalu didalamnya buat dua buah folder lagi yaitu output dan mini-livecd, selanjutnya didalam mini-livecd dibuat isolinux,dsl30,GEEXBOX,gparted. strukturnya adalah seperti ini:

kerja ----------- mini-livecd --------- dsl30
| |---- GEEXBOX
| |---- gparted
| |---- isolinux
|
|----- output


2. Pembuatan mini multi boot liveCD

23 June 2006

pkg-get tool


Apa itu Solaris pkg-get tool?

pkg-get adalah tool yang dapat melakukan download secara otomatis dan installasi binary paket dari site penyedia paket/archive.

Beberapa fiture pkg-get tool :
1. Dapat melakukan installasi paket secara online dimana pk-get tool akan mendownloadkan secara otomatis paket yang akan kita install.
2. Dengan pkg-get tool, kita tidak perlu bingung dengan dependency dari paket yang akan kita install, karena tool ini akan mendownload secara otomatis paket-paket dependency yang dibutuhkan.
3. Seperti ditribusi Debian linux (apt), pkg-get tool dapat melakukan beberapa fungsi lain, yaitu:
- melakukan list paket yang tersedia
- compare paket yang terinstall
- upgrade paket apabila tersedia versi yang lebih baru
- dan melakukan update catalog paket

Intallasi pkg-get :
Download pkg-get tool pada link dibawah ini.
http://www.blastwave.org/pkg_get.pkg

lalu lakukan installasi dengan menjalankan command
# pkgadd -d pkg_get.pkg
Paket-paket yang dibutuhkan untuk mendukung pkg-get tool adalah
- wget (http://www.blastwave.org/wget-i386.bin)
- gzip (biasanya sudah terinstallm karena termasuk core paket)

Konfigurasi pkg-get tool:
Biasanya binary pkg-get akan terinstall pada direktory "/opt/csw/bin" da file configurasi terdapat pada file "/opt/csw/etc/pkg-get.conf", file ini berisikan alamat site archive, proxy setting dan settingan lainya pada pkg-get tool.
Untuk beberapa alamat mirror site dapat dilihat pada http://www.blastwave.org/mirrors.php

Konfigurasi bash env variable
- PATH = tambahkan "/opt/csw/bin" pada variabel PATH untuk binary file yang akan dieksekusi
- MANPATH = tambahkan "/opt/csw/man" pada variable MANPATH untuk letak man file
- XFILESEARCHPATH = tambahkan "/opt/csw/lib/X11/%T/%N%C" untuk X resource search path

Yang paling terpenting adalah seting library path sehingga binary file yang terinstall dapat berjalan dengan baik dengan library yang tepat juga.
cara yang direcomendasikan adalah dengan melakukan unset pada library path yaitu dengan perintah
# unset LD_LIBRARY_PATH
atau dapat juga menentukannya secara spesifik untuk beberapa alasan, namun ini sangat tidak direkomendasikan, kita dapat melakukan
# THIS IS NOT A GOOD IDEA
LD_LIBRARY_PATH='/opt/csw/lib/$ISALIST':/other/values/here
# THIS IS NOT A GOOD IDEA

Penggunaan:
untuk menampilkan help pkg-get tool kita tinggal mengetikan command pkg-get tanpa parameter apapun.
Beberapa contoh :
1. melakukan update catalog
-bash-3.00# pkg-get -U
WARNING: gpg not found
Getting catalog...
--23:46:40-- http://ibiblio.org/pub/packages/solaris/csw/unstable/i386/5.10/catalog
=> `catalog'
Connecting to 10.14.3.151:8080... connected.
Proxy request sent, awaiting response... 200 OK
Length: 177,434 [text/plain]

2% [> ] 4,931 3.64K/s
2. menampilkan paket yang tersedia
-bash-3.00# pkg-get -a
WARNING: gpg not found
# (From site http://ibiblio.org/pub/packages/solaris/csw/unstable)
a2ps 4.13b
aalib 1.4.0,REV=2004.10.15_rev=rc5
achievo 0.8.4
amanda 2.4.4p4,REV=2006.01.10.x86only
amavisd_new 2.3.3,REV=2005.10.24
amsn 0.94
analog 5.32,REV=2003.9.12
.
.
3. melakukan comapare paket yang terinstall dengan catalog
-bash-3.00# pkg-get -c
WARNING: gpg not found
# (From site http://ibiblio.org/pub/packages/solaris/csw/unstable )
software localrev remoterev
a2ps [Not installed] 4.13b
aalib [Not installed] 1.4.0,REV=2004.10.15_rev=rc5
achievo [Not installed] 0.8.4

3. melakukan installasi paket
-bash-3.00# pkg-get -i xlockmore
WARNING: gpg not found
No existing install of CSWxlockmore found. Installing...
Removing invalid local file xlockmore-5.14.1,REV=2004.11.26-SunOS5.8-i386-CSW.pkg.gz
Trying http://ibiblio.org/pub/packages/solaris/csw/unstable/i386/5.10/xlockmore-5.14.1,
REV=2004.11.26-SunOS5.8-i386-CSW.pkg.gz

--00:03:06-- http://ibiblio.org/pub/packages/solaris/csw/unstable/i386/5.10/xlockmore-5.14.1,
REV=2004.11.26-SunOS5.8-i386-CSW.pkg.gz

=> `xlockmore-5.14.1,REV=2004.11.26-SunOS5.8-i386-CSW.pkg.gz'
Connecting to 10.14.3.151:8080... connected.
Proxy request sent, awaiting response... 200 OK
Length: 1,155,841 [text/plain]

3% [> ] 45,951


Untuk keterangan lebih lanjut tentang pkg-get dapat dilihat pada
original home page http://www.bolthole.com/solaris/pkg-get.html
atau
http://www.blastwave.org/pkg-get.php



Instalasi MPlayer-1.0pre7try2 pada solaris express 5.11 x86

Posting yang satu ini adalah dokumnetasi saat mengintall mplayer pada SunOS 5.11 x86 (solaris express 04/06)
Pertama - tama download dulu paket mplayer dan codecnya.
Yang saya gunakan saat instalasi yaitu versi
- MPlayer-1.0pre7try2
- codecs essential-20060501
kedua paket tersebut dapat di download di www.mplayerhq.hu
dan beberapa paket yang diperlukan oleh mplayer.
Apabila belum terdapat dalam sistem anda seperti
- zlib-1.2.3-sol10-x86-local.gz
- freetype-2.1.9-sol10-intel-local.gz
- fontconfig-2.2.98-sol10-intel-local.gz
dapat didownload www.sunfreeware.com

Selanjutnya unpack paket codec yang didapat dan tempatkan seluruh file nya pada /usr/local/lib/codecs
Lalu unpack paket mplayer ke /home/MPlayer-1.0pre7try2
Selanjutnya masuk direktori tersebut.

Disini akan dilakukan patch pada beberapa script source mplayer, agar dapat di install pada SunOS 5.11 dan Solaris 10.
Patch ini didapat dari http://solarisopen.wordpress.com/2006/04/30/mplayer-solaris-x86/
yang di posting oleh Irfan Gulamali.
Disana terdapat baris script patch untuk source mplayer, namun saya tidak dapat mengerti menggunakannya.
Jadi yang saya lakukan adalah mengedit tiap file yang dilakukan patch secara manual.
Oiya sebelumnya patch ini diterapkan pada mplayer versi MPlayer-1.0pre7try2, dan saya belum mencoba untuk versi yang lainya pada solaris x86.

Sebelumya akan dijelaskan cara menggantinya dari tiap baris yang dihapus, diedit ataupun ditambahkan. yaitu tanda
+ (plus) : berarti baris tersebut tambahkan baris tersebut dalam script yang di pacth
- (minus): berarti hapus baris tersebut dari script yang di patch
apabila tidak ada tanda + atau -, maka baris tersebut tidak dilakukan apa2 atau biarkan saja apa adanya.
lalu misalkan
@@ -2687,8 +2687,8 @@ : berarti menandakan script yang yang akan dipatch dimulai dari baris 2687 dan seterusnya sesuai patch yang ada.
Ini script - script yang akan dipatch atau diubah secara manual.

========================
file : MPlayer-1.0pre7try2/configure

@@ -2687,8 +2687,8 @@
#cat > $TMPC << _ld_dl_dynamic="’-rdynamic’" _ld_dl_dynamic="'’" _ld_dl_dynamic="’-Bdynamic’" _ld_dl_dynamic="'’" _ld_dl_dynamic="’-rdynamic’" _ld_dl_dynamic="'’" _ld_dl_dynamic="’-rdynamic’" _ld_dl_dynamic="'’" _ld_arch="”$_ld_arch" _ld_dl_dynamic ="=" len =" strlen(name)" env =" malloc(len);" use_sdl_internal_mixer ="=" gereoffy ="=" depend ="=" len =" strlen(name)" env =" malloc(len);" 04 ="=" numsysldts ="=">Sekarang langkah selanjutnya adalah menkonfigure source yang ada agar siap di compile.
untuk mengkonfigure saya menggunakan perintah dan option

$./configure --with-codecsdir=/usr/local/lib/codecs/ --with-extralibdir=/usr/ccs/lib/ --as=/usr/sfw/bin/gas --enable-gl --enable-mlib --enable-x11 --enable-vorbis --enable-dvdread --enable-xvid --enable-dynamic-plugins

Diatas terdapat option --as=/usr/sfw/bin/gas, karena kita akan menggunakan GNU assembler (gas) dan --with-codecsdir=/usr/local/lib/codecs/ untuk letak essential codecs.
Option lainya yang digunakan saat configure dapat disesuaikan sesuai keinginan anda.

selanjutnya lakukan kompilasi mengunakan GNU make yaitu
$gmake

Lalu lakukan installasi mplayer, tetapi ingat untuk login sebagai root
#gmake install

Apabila tidak ada pesan error maka instalasi mplayer telah berhasil dan source mplayer tersebut dapat dihapus agar tidak membebani kapasitas hardisk.
Untuk menggunakan mplayer dapat menjalankan perintah
$mplayer [nama_file_multimedia]
Untuk lebih jelas tentang penggunaan mplayer dapat dibaca manual atau dokumentasi yang sisertakan dalam source.

Apabila kita ingin mplayer dapat melakukan fullscreen maka dapat ditambahkan option -zoom dan menekan tombol "f" untuk fullscreen dan sebalinya atau kembali seperti semula.
$mplayer -zoom [nama_file_multimedia]

Namun untuk file real media saya masih belum dapat memainkannya dan terlihat bahwa persentase cpu yang digunakan cukup tinggi untuk memainkan video format avi DivX.

Thanks to Irfan Gulamali

=======================================
Apabila hari ini tidak bisa, hari esok coba lagi
Apabila esok tidak bisa, esok lusa coba lagi
Apabila esok lusa tidak bisa maka coba lagi hari berikutnya
Never Give Up
=======================================

Melihat dan Mematikan Service pada solaris 10 x86

Banyaknya service yang berjalan pada mesin solaris kita yang sebenarnya service tersebut tidak kita gunakan atau yang seharusnya tidak aktif hanya akan memperlemah security pada sistem solaris yang kita gunakan, karena service ini dapat dimanfaatkan sebagai pintu masuk ataupun kelemahan sistem oleh user lain yang mencoba masuk ke dalam sistem dalam jaringan komputer.

Pada posting ini akan dibahas secara singkat cara melihat dan mematikan beberapa service yang kita anggap tidak perlu atau tidak digunakan agar sistem kita lebih aman dalam network.

Untuk melihat service yang sedang online atau berjalan kita dapat menggunakan perintah svcs.

# svcs -a | grep online
..
.
online May_17 svc:/network/rpc/bind:default
online May_17 svc:/network/nfs/status:default
online May_17 svc:/system/console-login:default
online May_17 svc:/network/inetd:default
online May_17 svc:/network/nfs/client:default
online May_17 svc:/network/rpc/meta:default
online May_17 svc:/network/ftp:default
online May_17 svc:/network/finger:default
online May_17 svc:/network/login:rlogin
online May_17 svc:/network/shell:default
online May_17 svc:/network/telnet:default
online May_17 svc:/network/ssh:default
.
.

Pada contoh output diatas dapat dilihat beberapa service yang sedang berjalan.
Kita akan disable dan matikan, beberapa service yaitu service ftp, telnet, finger, login, shell.

# svcadm disable svc:/network/ftp:default
# svcadm disable svc:/network/telnet:default
# svcadm disable svc:/network/finger:default
# svcadm disable svc:/network/login:rlogin
# svcadm disable svc:/network/shell:default

Apabila kita ingin meng-enable kembali service tersebut maka ganti kata disable dengan enable pada baris perintah tesebut.

Untuk penjelasan lebih tentang service pada solaris 10 x86 mudah - mudahan akan dibahas dalam posting selanjutnya.


Seting PATH env variable bash pada solaris express 5.11 x86

Salam kenal semuanya
ini posting pertama tentang solaris.
di posting ini akan menambahkan nilai pada variable PATH bash pada solaris express 5.11 untuk komputer x86.

Pertama kenal solaris shell defaultnya yang digunakan adalah 'sh' :-(, dengan fiturnya yang terbatas apabila dibandingkan dengan bash. :D
Pakai bash disolaris yuk.
Untuk ngubah dari shell default kita dari sh ke bash lakukan login ke user root lalu edit file /etc/passwd. trus edit deh baris salah satu user yang akan diubah, yaitu ganti /sbin/sh dengan /bin/bash. klo sudah lakukan logout.

Sekarang kita sudah menggunakan bash shell.
-bash-3.00$
Apabila dilihat PATH variable pada env variable nya minim.

-bash-3.00$ env
.
.
PATH=/usr/bin:/usr/dt/bin:/usr/openwin/bin:/usr/ucb
.
.


Sehingga apabila ingin menjalankan perintah - perintah tertentu harus menulis full path. Nah sekarang kita tambahkan nilai pada variabel PATH.
Untuk menentukan sendiri nilai variable PATH, kita dapat mengubah file /etc/profile atau ~/.profile
Apabila yang diedit /etc/profile nanti akan berlaku untuk semua user sedangkan untuk ~/.profile hanya berlaku untuk satu user atau masing - masing user.

Sekarang tambahkan baris berikut pada '~/.profile' menggunakan editor kesayangan anda.

PATH=/usr/bin:/usr/dt/bin:/usr/openwin/bin:/usr/ucb:/bin:/opt/sfw/bin:/usr/ccs/bin:/usr/sfw/bin
export PATH

Sekarang lihat hasilnya, kita buka console lalu jalankan perintah

-bash-3.00$ echo $PATH
/usr/bin:/usr/dt/bin:/usr/openwin/bin:/usr/ucb:/bin:/opt/sfw/bin:/usr/ccs/bin:/usr/sfw/bin


Apabila outputnya sudah seperti diatas maka kita telah berhasil mengganti PATH env variable.

===========================
Lalukanlah dari hal yang kecil
Untuk mendapatkan sesuatu yang besar
===========================

15 June 2006

auto reconnect vpn

#!/bin/sh
while (( 1 ))
do
out=`ifconfig | grep ppp`
if [[ $out = "" ]];
then ifup-pptp 2> /dev/null
fi
sleep 1m
done